Sehari berlalu,, ternyata ikan-ikan cupangku tak menyukai menu sejenis ulat (lintah?) yang kutemukan dari limbah rumahtangga dapur rumahku. Banyak yang tersisa, padahal perut mereka tak penuh. Lain halnya setahuku, jika pada mereka dihidangkan jentik melimpah. Maka saya pun pakai motor menuju sebuah setu dan perkampungan sekitarnya, berharap menemukan jentik atau kutu air.
Benar dugaanku. Tak banyak kubangan (genangan tak mengalir) di daerah sini. Padahal habitat demikianlah yang biasanya dihuni oleh jentik dan kutu air. Di setu pun demikian pula, saya tak menemukan jentik, kutu air, atau organisme berukuran kecil sejenis. Surprisingly, saya temukan ganggang, yang meski tak cukup banyak dan agak sulit, akhirnya saya bisa mengumpulkan sejumlah untai ganggang segar. Saya ingat dulu, saya suka sekali melihat toples ikan cupang berisi ganggang, seakan tak lengkap tanpanya.
Siap Kawin?
Sementara itu, 3 dari 4 cupang jantanku sudah mengumpulkan banyak buih pada daun yang sengaja saya taruh kemarin. Artinya, sudah pada siap kawin. Cuma satu yang tak demikian. Sementara itu, cupang-cupang betinanya tampaknya makin sehat aja. Jika kemarin ada beberapa ekor yang pucat, maka hari ini tinggal satu saja. Saya memang sungguh kuatir bahwa ikan-ikan itu shock dengan kondisi barunya, entah air atau apa, sehingga kondisinya langsung menurun lalu mati. Sukurlah, gejalanya malah makin membaik.
Perbaiki Kolam dengan Aquaproof?
Temanku datang berkunjung tadi, yang sebelumnya secara sambil lalu saya beritahu ttg kondisi kolamku yang sudah lama tak terpakai dan ternyata bocor. Ia menemukan sejumlah titik kebocoran pada nat keramik yang dipakai sebagai dasar. Ia pun menyarankan pemakaian bahan seperti Aquaproof. Saya gembira mendengar penjelasan ini, karena semula terpikirkan bahwa saya harus melapis ulang semua bagian permukaan kolam ini, demi amannya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar