Minggu, 29 November 2009

Beli Jentik & Bikin Biakan Jentik

Ternyata kakak saya di Serang juga telah mengulang "praktek masa kecil" dengan pelihara lalu ternak ikan cupang. Katanya hingga anakan cupang mencapai dewasa lagi, tapi karena banyak keterbatasan, anakan yang mencapai dewasa hanya berjumlah belasan ekor. Ia juga mempelajari teknik pemeliharaan dan peternakan cupang ini dari sejumlah buku berseri tentang cupang. Keterbatasan utamanya ialah soal pakan yang belum bisa dicarikan alternatifnya selain pakan hidup kutu air dan jentik. Mencari kedua barang tersebut di alam (ekstraktif) tidaklah mudah. Justru yang paling mudah ialah di daerah pemukiman padat perkotaan seperti Jakarta, tempat banyak terdapat genangan limbah yang kondusif bagi pertumbuhan jentik. Jika bukan di pemukiman padat, sulit menemukan genangan demikian, apalagi jika tiba musim hujan maka genangan menjadi air mengalir.

Kakak saya juga menceritakan dari buku yang dibacanya tentang media biakan bagi jentik, yaitu dengan air cucian beras yang disimpan pada daerah-daerah tertentu yang menjadi sarang nyamuk. Demikianlah, saya laksanakan hal ini, mengisi sejumlah plastik bekas gelas aqua dengan air cucian beras dan menaruhnya di sejumlah tempat.

Karena jentik belum dapat juga, sementara konsumsi ulat oleh ikan-ikan cupang terbatas, saya pergi lagi ke tempat jual cupang dengan harapan akan menemukan jentik, dan alhamdulillah memang demikian adanya. Beberapa kali menyerok dari ember yang berisi penuh jentik, lalu dimasukkan ke dalam kantung plastik, jentik tersebut dihargakan Rp 1000. Saya pun kembali ke rumah untuk memberi makan cupang yang menyantapnya dengan lahap.

Tidak semua jentik ini saya umpankan. Saya hanya memberi dalam jumlah yang sekiranya lebih dari cukup. Sisanya saya simpan di wadah khusus yang airnya saya campuri dengan air cucian beras, dengan harapan dapat mengkonsumsi mineral dari beras tersebut, agar menjadi jentik-jentik yang gendut yang kelak akan disantap dengan lahap oleh ikan-ikan cupangku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar