Berikut ini catatan rapel kegiatan percupangan sejak Selasa 1 Desember hingga Jumat 4 Des 09.
Pembelian
- Beli jentik rata-rata dua hari sekali @ Rp 1.000
- Beli aquarium kecil (ukuran sekitar 15x15x20cm) 2 buah lagi sehingga total menjadi 4 buah, @ Rp 10.000
- Beli betina lagi 4 ekor @ Rp 2.000 (jadi totallnya ada 12 betina).
- Beli pompa kecil (aerator) plus batu, selang dan cagak Rp 20.000
Tambal Kolam
Dengan aquaproof saya tambal kolam ukuran sekitar 2x3 meter. Tahap pertama saya prioritaskan yang jelas terlihat bolong pada nat keramik, tahap berikut pada lokasi yang dicurigai bocor, lalu pada tepi-tepi. Suatu sore ketika gagal melanjutkan pekerjaan karena ada urusan lain, sekalian saja saya tes dulu,, ternyata masih bocor, dalam sehari terjadi penurunan lebih dari 1cm (ini pun sebenarnya sudah lumayan dibandingkan sebelumnya). Maka saya keringkan lagi, tambal lagi dan ternyata memang masih banyak tempat yang dicurigai bocor yang belum tertambal, dst.... saya tes lagi pada jumat pagi tanggal 4 dan alhamdulillah setelah 24 jam kini, hanya sedikit terjadi penurunan (ukuran milimeter), bisa dianggap sebagai sirkulasi saja. Jadi resminya kolam "Tirta KM26" ini beroperasi lagi ialah hari Jumat, 4 Desember ini.
Kegiatan lain pembenahan kolam : menaruh genteng utk tempat perlindungan panas, menaruh ganggang dan eceng gondok, memasang aerator.
Ekstraksi ke Situ : Eceng Gondok & Ganggang
Ke Telaga Kahuripan untuk survey apa yang bisa diambil di sana, harapannya sih kutu air atau jasad renik lain, ganggang dan eceng gondok. Ternyata hanya dapat eceng gondok sedikit. Lalu meluncur ke Situ Pabuaran, disini tak dapat jasad renik, tapi ganggang dapat banyak. Maka dapat oleh-oleh ke kolam : eceng gondok dan ganggang.
Pengumpulan dan Penyiapan Wadah-wadah
Wadah-wadah diperlukan untuk tempat pemindahan ikan kecil (usia satu minggu) dari tempat pemijahan aquarium mini. Wadah ini harus berukuran lebih besar, karena itu saya siapka 2 wadah bekas cat, satu jolang hitam (bekas), 2 panci logam dan 1 ember. Hampir semua wadah dalam keadaan bocor, maka saya bersihkan dan tambal dulu dengan aquaproof. Lalu saya simpan di kolam, diisi air (ada yang diganjal batu lebih dulu), isi juga dengan ganggang dan eceng gondok, lalu saya aerasi bergantian untuk meningkatkan kandungan oksigen terlarutnya. Ada 5 wadah yang disiapkan untuk anakan, dan 1 wadah lagi utk pembiakan artemia/infusoria, atau apalah jasad renik itu,,
Perkawinan Cupang : Sukses 5 Wadah, Gagal 1 Wadah
Perjodohan dimulai pada hari Selasa, 1 Desember 09 siang. Enam pasang ikan cupang ditempatkan dalam wadah masing-masing (4 aquarium mini, 1 ember hitam, 1 wadah plastik besar). Beberapa hari sebelumnya 4 pejantan sudah menyendiri, diberi daun dan sudah berbusa menandakan siap kawin. 2 pejantan ialah yang baru dibeli, yang lokal, yang warna hijau-merah. Maka pada hari Selasa itu, tiap wadah diberi betina masing-masing.
Hari Selasa itu juga, pada 1 wadah, jantan yang hijau-merah lokal, sudah menggulung betina, namun tak ada telur yang keluar. Hingga ke-5 wadah yang lain menetaskan ikan, wadah ini justru gagal ada telurnya, kemungkinan telur si betina belum matang, terlalu kecil untuk jadi pengantin?
Wadah-wadah lain, pada esok harinya Rabu, pasangan cupangnya sudah pada menggulung dan menghasilkan telur. Pada Rabu siang, proses pembuahan sudah selesai dan semua betina saya ambil lagi.
Pada hari Kamis,, tiada perubahan berarti yang teramati,,,
Pada hari Jumat 4 Des 09, telur-telur ke-5 wadah sudah menetas (muter).
Pada hari ini Sabtu pagi 5 Des, burayak tampak sudah tidak muter lagi.
Walhasil, sesuai dengan beroperasinya lagi kolam, anak-anak cupang juga lahir pada hari baik tersebut, yaitu Jumat 4 Desember. Kelak akan saya perjuangkan tanggal ini sebagai Hari Cupang Nasional.
Perkawinan Ulang
Satu indukan lokal, cupang jantan warna hijau-merah (yang sebenarnya tangguh saat diadu ketangkasan) yang gagal kawin (mungkin karena telur betina pasangannya belum siap matang), pada hari Jumat kemarin saya beri lagi betina yang tampak layak. Proses perkawinan ini rencananya akan berlangsung terus menerus.
Membuat Makanan
Seperti pernah saya lakukan dulu pada masa kanak-kanak, saya eksperimen makanan buatan. Yaitu kuning telur yang dicampur (diratakan) dengan tepung terigu secukupnya, lalu dioles tipis rata ke wajan penggorengan ukuran besar, lalu dijemur di terik sinar matahari. Lalu saya kerik dengan sendok menghasilkan partikel kecil yang saya taburkan ke ikan cupang. Cuma ada 2 ekor yang makan, sisanya tak makan dan besoknya makanan tersebut jadi busuk. Karena masih ada yang mau makan, tetap ada harapan bahwa burayak pun akan mau makan makanan ini asal dilatih dari kecil. Begitukah?
Rest In Peace : 1 Ekor
Ini kejadian yang awalnya lucu namun berakhir tragis. Ikan-ikan cupang betina itu kan sebelum dikawinkan ditempatkan di wadah yang sama, tidak dipingit lebih dulu. Its oke, cuma saling menggertak lalu dalam sesaat sudah ada yang ngacir tanda kalah. Tapi ketika proses pembuahan selesai dan betina-betinanya saya ambil lagi lalu ditempatkan di wadah yang sama, ternyata mereka pada berkelahi habis-habisan spt yang biasa terjadi pada jantannya. Karena tak siap dengan wadah masing-masing, beberapa ekor saya pisahkan, dan ada yang masih saya satukan. Ternyata akibat perkelahian antar betina ini (menyusul luka-luka yang diderita pada saat perkawinan), 1 ekor betina cupang luka berat lalu dalam 2 hari mati. Rupanya para betina ini saling mendendam gara-gara dianiaya pejantannya masing-masing pada saat perkawinan, lalu dendam itu dilampiaskan ke rekan betinanya. Ada 1 betina yang tampak paling agresif, ketika saya tempatkan mereka ke kolam besar, 1 ekor betina warna biru merah ini selalu jadi raja.
Jumat, 04 Desember 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar